Senin, 01 November 2021

BELAJAR ITU BUTUH BIAYA ?


 Harta apakah yang lebih berharga dari terangnya Jiwa?

Jika Harta atau barang yang nilainya akan menyusut berbeda dengan ilmu dan nasehat yang pernah hadir. Jika ada dua orang yang bertukar uang seribu rupiah maka keduanya akan membawa uang yang sama. Namun Ketika dua orang bertukar ide, maka masing-masing akan membawa dua ide yang berbeda.

Ilmu yang kita pelajari benar bisa lupa, akan tetapi ia takkan hilang kawan. Ada teori yang mengatakan bahwa Sesuatu yang pernah kita pelajari ketika digali lagi atau dalam bahasa tekniknya recovery. Tak perlu memulai dari awal lagi, Namun kita perlu tekun memanggil ia kembali kawan.

Benar Ilmu itu Gratis dari sang pencipta, mengapa di perjualbelikan?" kata sang kawan yang berpikir sebab belum mampu membayar semua kursusnya.

"Benar Ilmu itu gratis. Maka carilah sebanyaknya dan tekun mendalaminya. Temukan dari manapun sumber yang gratis, lalu eksploitasu semuaya jawabku".

"Setelah merenung beberapa saat, lalu melanjutkan. "Namun juga jika tak punya waktu untuk meringkas dan merangkumnya itu perlu waktu, kau bisa meminta bantun orang lain untuk memudahkannya untukmu. Dan jasa  mereka itulah yang perlu dibayar. Dan jika memang sebagian meereka menggratiskan usahanya tadi tanpa harus membayar, kau harus tetap membayar meskipun bukan dalam bentuk uang tapi dalam bentuk balas budi yang dilakukan seorang murid kepada gurunya sepanjang hayat".

Sebanyak apapun biaya yang dikeluarkan, Nilai Sebuah Ilmu Tetap Jauh Melebihinya

Ilmu itu adalah cahaya, ia menerangi jiwa bukan kosannya. Harta apakah yang melebihi harga dunia? Yaitu Ketika jiwa yang terang melihat kehidupan yang jernih. Apalagi ilmu yang sering dipakai dan tak pernah hilang, makin di asah makin melekat. "Kadang kita selalu menghitung-hitung biaya yang kita keluarkan untuk menempuh pendidikan misalnya kuliah, "Sungguh tak seujung kuku pun sebanding dengan manfaaat yang didapatkan sebenarnya".

Bandingkan dengan penghasilan yang didapat bertahun-tahun kemudian, Astgahfirulloh malu rasanya jika hendak menghitung, maka jadilah pembelajar meskipun kerap berujar dipagi hari.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih