Telah lama kita belajar dengan kurikulum yang di desain oleh orang lain. namun sering terjebak pemikiran kita dengan apa yang sering terbesit bahwa pendidikan itu di lihat hanya dengan mendapatkan Ijazah. Liatlah orang besar seperti BUYA HAMKA yang kita kenal bergelar Professor Doktor, padahal tak satupun sekolah formal ia tempati. Gelar itu disematkan karena anugrah dari keilmuannya serta karya yang ia ciptakan luar biasa.
Apa Rahasianya??
Ia tekun belajar sepanjang hayat, dan ia mengembangkan kurikulum hidupnya sendiri tanpa ada batasan.
Melebihi para sarjana tak peduli ia dalam posisi apapun ia terus dalam jalur Misi menciptakan kurikulum hidupnya. Wahai kawan pembangun negeri, desainlah apa yang akan menjadi kurikulum hidupmu sendiri. Jika masih dalam bangku sekolah jadikanlah sekolah itu kurikulum hidupmu, pelajarilah orang-orang sekitarmu yang banyak berkarya dan carilah potongan-potongan makna kisah hidup mereka. Lalu rumuslah itu menjadi kurikulum hidupmu sendiri dari sepenggal pelajaran sepanjang hidup.
Tembuslah pandanganmu dengan keras, dan bayangkanlah Orang sekelilingmu adalah guru baru dari kehidupan yang dikirim tuhan untukmu, maka bebaskanlah bertanya kepada orang tersebut. di Era ini ilmu dapat dicari dengan mudah mengandalkan jari-jari dan bermodal gadget. tapi pemahaman dan keterampilan yang terbentuk yang perlu konsisten berusaha membuat kita mampu memilikinya.
Bangunlah satu butir ilmu satu demi satu pada waktunya nanti, kita akan takjub melihat keahlian yang kita bangun. "Ilmu Itu di datangi bukan mendatangi" untuk itu kita perlu alamat yang jelas supaya tidak salah, dengan kesunggguhan dan sabar yakinlah akan menjadi sebuah resep yang luar biasa dipengalaman hidup anda.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terima kasih